01 Jul 9 Kesempurnaan

Seorang murid bertanya pada gurunya:

"Guru, saya tahu bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna karena hanya manusia yang dikaruniai nafsu, akal, dan hati dalam satu tubuh. Yang ingin saya tanyakan, kesempurnaan apalagi yang ada pada manusia?"

 

Sang guru menjawab:

"Saudaraku, tak perlu kau memikirkan yang terlalu rumit. Karena banyak hal-hal sederhana di sekelilingmu yang bisa menjelaskan pertanyaanmu. Bukankah Allah berfirman bahwa jika kau ingin mengenalNya, kau harus mengenal dirimu sendiri terlebih dulu.

 

Lihatlah dirimu. (read more ...)



16 Jun 9 Ketegaran Khabbab Bin Arats

Panasnya api tak membuat luluh keimanannya. Justru ia kian merasa bahagia atas luka-lukanya membela Nabi Allah. Direlakannya lehernya sebagai jaminan kebenaran dan kemuliaan risalah yang dibawa Rasulullah SAW.

Dialah Khabbab bin Arats, seorang pandai besi yang meskipun tadinya ia seorang budak, ia bisa bergaul dengan semua kalangan. Pemuka-pemuka Quraisy pun seringkali memesan pedang kepadanya.

 

Suatu hari, datang ke rumahnya beberapa orang Quraisy mengambil pesanan senjata. Kebetulan Khabbab sedang tidak ada. Setelah ditunggui beberapa lama, akhirnya Khabbab datang. Dengan penuh suka cita, ia langsung saja bercerita bahwa ia baru saja pulang dari rumah Arqam, di sana ia bertemu dengan Rasulullah. (read more ...)

28 Mei Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan
Category: Celoteh |  Leave a Comment

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu. Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa. (read more ...)

19 Mei Siapa Yang Pencuri? Aku Atau Dia?

Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Ia terbenam dalam bukunya, tetapi kebetulan ia melihat,bahwa lelaki disebelahnya, dengan begitu berani, mengambil satu kue dari kantong yang terletak di antara mereka, ia mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan.

Ia membaca, mengunyah kue dan melihat jam,sementara si "Pencuri Kue" yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Berpikir, kalau aku bukan orang baik, sudah kutonjok dia!” Setiap kali ia mengambil satu kue, si lelaki juga mengambil satu ketika hanya satu kue tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu. (read more ...)

13 Mei Izinkan Aku Cuti Dari Dakwah Ini

Jalanan ibukota masih saja ramai hingga larut malam ini, dengan kendaraan yang terus berlalu lalang, juga dengan kehidupan manusia-manusia malam yang seakan tidak akan pernah mati. Namun kini hatiku tak seramai jalanan di kota ini. Sunyi. Itulah yang sedang kurasakan. Bergelut dengan aktifitas dakwah yang menyita banyak perhatian, baik tenaga, harta, waktu dan sebagainya, seakan menempa diriku untuk terus belajar menjadi mujahid tangguh. Tapi kini, hatiku sedang dirundung kegalauan. Galau akan saudara-saudaraku dalam barisan dakwah yang katanya amanah, komitmen, bersungguh-sungguh namun seakan semua itu hanyalah teori-teori dalam pertemuan mingguan. Hanya dibahas, ditanya jawabkan untuk kemudian disimpan dalam catatan kecil atau buku agenda yang sudah lusuh hingga pekan depan mempertemukan mereka lagi, tanpa ada amal perbaikan yang lebih baik. Ya… Mungkin itu yang ada dibenakku saat ini tentang su’udzhan-ku terhadap mereka, setelah seribu satu alasan untuk ber-husnudzhan.

(read more ...)